MY BLOG (my task)
"Task in My Blog"
Minggu, 24 Juni 2012
Minggu, 20 Mei 2012
Praktikum Biologi --Cara Kerja Enzim--
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Enzim
katalase merupakan enzim yang dapat menguraikan zat-zat yang bersifat racun
bagi tubuh manusia, yaitu zat yang dihasilkan dari sisa proses pencernaan
makhluk hidup yang bersifat toksik. H2O2 merupakan zat-zat sisa hasil proses
pencernaan yang berbahaya bagi makhluk hidup jika tidak langsung dikeluarkan dr
tubuh.
B.
Rumusan masalah
1.
Apakah suhu mempengaruhi kerja dari enzim
katalase?
2.
Apakah tingkat
keasaman mempengaruhi kerja enzim katalase?
3.
Apakah bayaknya
enzim yang berada dihati dan jantung berbeda?
C. Tujuan
1.
Mengetahui kerja enzim katalase
terhadap H2O2;
2.
Mengetahui kerja
enzim katalase dipengaruhi oleh tingkat keasaman dan suhu;
3.
Mengetahui
perbandingan banyaknya enzim katalase di hati dan jantung;
BAB II
ISI
A. Dasar Teori
Enzim adalah biomolekul berupa protein yang
berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa
habis bereaksi) dalam suatu
reaksi kimia organik. Molekul awal
yang disebut substrat akan dipercepat perubahannya menjadi molekul
lain yang disebut produk. Jenis produk yang akan dihasilkan bergantung pada
suatu kondisi/zat, yang disebut promoter. Semua proses
biologis sel memerlukan enzim agar dapat
berlangsung dengan cukup cepat dalam suatu arah lintasan metabolisme yang ditentukan
oleh hormon sebagai
promoter.
Setiap
organisme memerlukan makanan untuk tetap dapat menjaga kelangsungan hidupnya.
Aktivitas makan dilakukan semua makhluk hidup tidak memandang usia,spesies, dan
jenis kelamin. Makanan yang dikonsumsi selanjutnya akan dicerna oleh tubuh
melalui beragam proses. Hasil dari proses tersebut selanjutnya akan berguna
untuk pertumbuhan maupun aktivitas makhluk hidup.
Namun
dari proses pencernaan makanan di dalam tubuh tentunya tidak hanya menghasilkan
zat/senyawa yang diperlukan tubuh, tetapi juga dihasilkan zat-zat yang bersifat
racun (toksin) bagi tubuh. Misalnya senyawa hydrogen peroksida (H2O2)
yang berbahaya bagi tubuh. Namun berkat kekuasaan Allah SWT, tubuh manusia
telah dilengkapi dengan organ hati (hepar) yang memiliki jutaan peroksisom.
Organel sel ini menghasilkan enzim katalase yang mampu menguraikan H2O2
menjadi senyawa yang tidak berbahaya. Bagaimanakah cara kerja dari enzim
katalase ini? Apa saja yang mempengaruhi kerjanya? Akan terjawab dalam
praktikum ini.
Enzim
katalase dari mamalia seperti manusia, ataupun sapi, ayam ataupun mikroba
moderat (jamur) misalnya, hanya dapat berfungsi di antara suhu 37-40 derajat
celcius. Jika suhu terlalu rendah ( < 10 0C) , maka enzim ini
akan berhenti bekerja, tetapi tidak mengalami kerusakan dan akan bekerja
kembali jika suhu telah normal. Jika suhu terlalu tinggi ( >40 0C),
enzim ini akan mengalami denaturasi sehingga tidak dapat dipakai kembali.
pH optimum untuk enzim ini adalah pH netral ( 6,5 – 7,5 ), sedangkan pada lingkungan yang ber-pH Asam atau Basa, enzim ini akan mengalami denaturasi. Dengan demikian reaksi pemecahan Hidrogen peroksida oleh enzim katalase tidak dapat berlangsung di lingkungan asam maupun basa.
pH optimum untuk enzim ini adalah pH netral ( 6,5 – 7,5 ), sedangkan pada lingkungan yang ber-pH Asam atau Basa, enzim ini akan mengalami denaturasi. Dengan demikian reaksi pemecahan Hidrogen peroksida oleh enzim katalase tidak dapat berlangsung di lingkungan asam maupun basa.
B. Tanggal
Percobaan
Percobaan ini dilakukan pada Selasa, 14 September 2011.
Percobaan ini dilakukan pada Selasa, 14 September 2011.
C. Tempat Percobaan
Lab Biologi M.A.N. 4 RMBI
Jakarta
D. Alat
No.
|
Nama
|
Keterangan
|
1.
|
Tabung Reaksi
|
6 Buah
|
2.
|
Lidi
|
1 Batang
|
3.
|
Lilin
|
1 Buah
|
4.
|
Korek Api
|
1 Buah
|
5.
|
Gelas Kimia
|
2 Buah
|
6.
|
Suntikan
|
3 Buah
|
E. Bahan
No.
|
Nama
|
Keterangan
|
1.
|
Ekstrak Hati Ayam
|
|
2.
|
Ekstrak Jantung Ayam
|
|
3.
|
HCl
|
|
4.
|
NaOH
|
|
5.
|
H2O2
|
|
6.
|
Air Panas
|
|
7.
|
Batu es
|
F. Langkah
Kerja
1. Siapkan seluruh alat dan bahan yang dibutuhkan;
2. Masukkan ekstrak jantung ayam sebanyak 0,5 ml kedalam tabung reaksi
pertama;
3. Masukkan ekstrak hati ayam sebanyak 0,5 ml kedalam
tabung reaksi kedua, ketiga, keempat, kelima, dan keenam;
4. Tambahkan
HCl pada tabung reaksi
3 dan NaOH pada tabung reaksi
4 menggunakan suntikan yang berbeda;
5. Masukan air panas dan air dan batu es kedalam gelas
kimia yang berbeda;
6. Rendam
tabung reaksi 5 pada air panas dan
tabung reaksi 6 pada batu es;
7. Nyalakan lilin dengan korek api, lalu buatlah bara
dengan menggunakan lidi;
8. Tambahkan H2O2
sebanyak 0,5 ml pada keenam
tabung reaksi tersebut dan amati apa yang terjadi pada setiap tabung reaksi;
9. Masukkan lidi yang sudah menjadi bara kesetiap tabung
reaksi, amati terang bara pada setiap tabung tersebut;
10. Catatlah data pengamatan kedalam lembar kerja.
G. Hasil
Pengamatan
Tabung
|
Gelembung Udara
|
Nyala Api
|
1
|
+++
|
Terang
|
2
|
++++
|
Terang
|
3
|
-
|
Redup
|
4
|
+++
|
Agak terang
|
5
|
+++
|
Agak Terang
|
6
|
+
|
Sedikit
|
Keterangan :
++++ à banyak sekali
++++ à banyak sekali
+++ à
banyak
++ à
sedang
+ à
sedikit
_ à
tidak ada
H. Analisa
dan Pembahasan
Pengaruh
enzim katalase terhadap H2O2 dapat di lihat dari tabel
hasil pengamatan pada tabung nomor 1 yang berisi ekstrak jantung dengan H2O2
dan tabung nomor 2 yang berisi ekstrak hati dengan H2O2. Pada
tabung nomor 1 terjadi banyak sekali gelembung udara dan nyala apinya terang,
sedangkan pada tabung nomor 2 nyala api tetap terang tetapi gelembung yang
dihasilkan tidak sebanyak pada tabung nomor 1. Terjadi banyak gelembung udara
yang banyak karena enzim katalase
yangterdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2 menjadi
H2O (air), sedangkan padawaktu dimasukkan lidi membara ke dalamnya,
timbul nyala api.Hal ini membuktikan bahwa H2O2 juga
diuraikan menjadi oksigen (O2).
Pengaruh
pH (keasaman) terhadap enzim
katalase dapat
dilihat pada data pengamatan
tabung 3 yang dimasukkan HCl dan tabung 4 yang
dimasukkan NaOH. Gelembung udara dan nyala api yang sedikit pada tabung 3
menunjukkan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja dengan baik pada suasana
terlalu asam serta gelembung udara yang banyak dan nyala api yang sangat terang
pada tabung 4 menunjukkan enzim katalase masih dapat bekerja pada suasana basa
meskipun tidak optimal.
Pengaruh
suhu terhadap enzim katalase dapat
dilihat pada tabung nomor 5 yang direndam dengan air panas dang tabung 6 yang
direndam dengan es batu.
Pada tabung nomor 5 yang direndam dengan air panas terjadi gelembung udara yang
banyak tetapi dengan nyala api yang tidak terlalu terang, hal tersebut
dikarenakan enzim katalas yang terkandung didalam hati telah rusak faktor suhu
yang panas sehingga tidak dapat menguraikan H2O2 menjadi
H2O dan O2 . Pada tabung nomor 6 yang direndam dengan
air dingin tidak terdapat gelembung udara dan nyala api hanya sedikit, hal ini
dikarena masih banyak enzim yang berhenti bekerja pada suhu dingin sehingga kerja
enzim tidak dapat optimal dalam menguraikan H2O2 menjadi
H2O dan O2.
Banyaknya enzim yang terkandung pada
ekstrak hati dan jantung berdasarkan
percobaan tersebut yaitu, hati dan jantung sama-sama memiliki enzin katalase,
tetapihati memiliki enzim katalase yang lebih banyak dibandingkan dengan
jantung, hal itu ditandai oleh banyaknya gelembung yang dihasilkan pada tabung
kedua dibandingkan banyaknya gelembung pada tabung pertama.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kerja enzim katalase yyang terdapat pada jantung dan
hati, dipengaruhi oleh keasaman (PH) dan juga suhu. Bila suasana enzim sangat
asam basa dan panas menyebabkan kerja enzim menjadi tidak optimal bahkan enzim
menjadi rusak (denaturasi), dan juga bila suasana enzim menjadi dingin,
menyebabkan enzin menjadi berhenti bekerja.
Jumlah enzim katalase yang terdapat pada hati lebih
bayak dikarenakan fungsi organ hati sebagai tempat penyaringan darah.
Praktikum Biologi __Faktor yang mempengaruhi fotosintesis__
A. Judul
Percobaan
Cahaya matahari sebagai factor pendukung terjadinya fotosintesis pada tumbuhan
Cahaya matahari sebagai factor pendukung terjadinya fotosintesis pada tumbuhan
B. Tujuan
Percobaan
Membuktikan
bahwa tumbuhan membutuhkan cahaya matahari untuk melaksanakan proses
fotosintesis yang ditandai dengan terdapatnya gas O2 sebagai hasil
fotosintesis.
C. Teori
Dasar
Fotosintesis adalah
proses pembentukan zat makanan (glukosa) pada tumbuhan yang menggunakan zat
hara, air dan karbondioksida dengan bantuan sinar matahari.
Fotosintesis
sangat penting bagi kehidupan. Selain menghasilkan zat makanan pada tumbuhan,
proses ini juga menghasilkan oksigen yang dibutuhkan bagi pernafasan manusia.
Proses fotosintesis terjadi pada daun tumbuhan.
Proses
fotosintesis ini tidak berlangsung pada semua sel tetapi hanya pada sel yang
mengandung pigmen fotosintetik. Disamping itu proses fotosintesis juga
dipengaruhi oleh kemampuan daun menyerap spektrum cahaya, perbedaan ini
disebabkan oleh adanya perbedaan pigmen pada jaringan daun. Kloroplas adalah
salah satu pigmen fotosintetik yang berperan penting dalam proses fotosintesis
dengan menyerap energi matahari.
Kloroplas adalah
zat hijau daun yang terdapat pada semua tumbuhan yang berwarna hijau. Di dalam
kloroplas terdapat klorofil. Pigmen fotosintesis ini terdapat pada membran
tilakoid. Pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam
tilakoid dengan produk akhir berupa glukosa yang dibentuk di dalam
stroma.Klorofil sendiri sebenarnya hanya merupakan sebagian dari perangkat
dalam fotosintesis yang dikenal sebagai fotosistem. Fotosistem adalah unit dari
tumbuhan yang menangkap energi matahari (klorofil).
Persamaan reaksi kimia fotosintesis adalah sebagai berikut :
H2O (air)+CO2 (karbondioksida)+cahaya
→ CH2O (glukosa)+O2 (oksigen)
Faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis:
1. Intensitas
cahaya, laju fotosintesis maksimal jika banyak cahaya.
2. Suhu,
enzim yang bekerja pada proses ini maksimal pada suhu yang diinginkannya.
3. Banyaknya
karbondioksida, semakin banyak semakin maksimal proses fotosintesis.
4. Banyaknya
air, semakin maksimal jika jumlah air banyak.
5. Tahapan pertumbuhan, tumbuhan yang masih
berkecambah menunjukan laju fotosintesis yang maksimal dari pada tumbuhan yang
dewasa.
D. Alat
dan Bahan
a)
Gelas kimia ukuran 100
ml
b)
Corong kaca kecil
c)
Tabung reaksi
d)
Kawat
e)
Tumbuhan Hydrilla verticilata
E. Langkah
Kerja
a) Rangkailah
alat dan bahan seperti gambar dibawah ini sebanyak 2 perangkat, dengan catatan
tabung reaksi harus dalam keadaan penuh berisi air (jangan ada rongga udara).

b) Perangkat
pertama langsung letakkan di tempat yang terkena cahaya matahari penuh,
perangkat kedua diletakkan di tempat teduh.
c) Setelah 20 menit
angkat dan tutup tabung reaksi menggunakan tangan kiri, dan bakarlah
lidi sampai menjadi bara api, lalu masukal bara lidi kedalam tabung reaksi yang
berada d tempat gelap dan terang.
d) Catatlah hasil pengamatan pada
tabel hasil pengamatan
F. Hasil
Pengamatan
Perlakuan
|
Waktu
|
Nyala bara
|
Gelembung
|
||||
Tempat Teduh
|
20 menit
|
Redup
|
-
|
||||
Cahaya matahari langsung
|
20 menit
|
Terang
|
++++
|
||||
Keterangan :
++++ à banyak sekali
++++ à banyak sekali
+++ à
banyak
++ à
sedang
+ à
sedikit
-
à
tidak ada
G. Analisa
dan Pembahasan
Gelembung
gas yang dihasilkan dari percobaan tersebut merupakan gas oksigen (O2). Setelah
reaksi selama 20 menit semua gelembung gas oksigen
yang ada di kumpulkan masuk ke dalam tabung reaksi yang tertutup rapat sehingga
oksigen terjaga di dalamnya. Kemudian dimasukkan bara lidi dan hasilnya bara
lidi tetap menyala cukup lama karena didalam tabung reaksi tersebut terdapat
oksigen.
Gelembung
gas tersebut terjadi karena proses fotolisis dimana
air diuraikan menjadi gas oksigen berupa gelembung-gelembung dengan persamaan
reaksi yang menunjukkan penguraian air membentuk gas O2
2H2O → 4H+ + O2 (gas)
cahaya
sangat berperan besar dalam proses fotolisis, sehingga semakin tumbuhan
mendapatkan cahaya maka semakin banyak molekul air yang dipecah dan semakin
banyak pula gas oksigen yang dihasilkan.
Faktor apakah yang mempengaruhi proses
fotosintesis salah satunya adalah intensitas cahaya matahari yang menyinari
tumbuhan. Semakin banyak sinar matahari yang menyinari tumbuhan tersebut maka
semakin banyak pula gelembung gas oksigen yang dihasilkan setelah reaksi
fotosintesis terjadi, begitu
pula sebaliknya.
H. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa cahaya matahari merupakan faktor yang dibutuhkan tumbuhan dalam melakukan proses fotosintesis.
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa cahaya matahari merupakan faktor yang dibutuhkan tumbuhan dalam melakukan proses fotosintesis.
Langganan:
Komentar (Atom)