Minggu, 20 Mei 2012

Laporan Kimia --Uji Urine--



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam mempertahankan homeostasis tubuh peranan urin sangat penting, karena sebagian pembuangan cairan oleh tubuh adalah melalui sekresi urin
Dalam praktikum uji urin, peneliti dapat mengetahui kandungan yang ada dlam urin. Begitu pula dapat mengetahui zat-zat yang seharusnya tidak terkandung dalam urin. Apabila zat yang seharusnya tidak terkandung dalam urin itu ada maka kita dapat mengetahui secara lebih cepat.

B.     Tujuan
Mengetahui kadar gula dalam urine.



BAB II
ISI
A.    Dasar Teori

Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Namun, ada juga beberapa spesies yang menggunakan urin sebagai sarana komunikasi olfaktori. Urin disaring di dalam ginjal, dibawa melalui ureter menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra.

Urin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea), garam terlarut, dan materi organik. Cairan dan materi pembentuk urin berasal dari darah atau cairan interstisial. Komposisi urin berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika molekul yang penting bagi tubuh, misal glukosa, diserap kembali ke dalam tubuh melalui molekul pembawa. Cairan yang tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi dan berbagai senyawa yang berlebih atau berpotensi racun yang akan dibuang keluar tubuh. Materi yang terkandung di dalam urin dapat diketahui melalui urinalisis. Urea yang dikandung oleh urin dapat menjadi sumber nitrogen yang baik untuk tumbuhan dan dapat digunakan untuk mempercepat pembentukan kompos. Diabetes adalah suatu penyakit yang dapat dideteksi melalui urin. Urin seorang penderita diabetes akan mengandung gula yang tidak akan ditemukan dalam urin orang yang sehat.
          Fungsi utama urin adalah untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatan dari dalam tubuh.
Anggapan umum menganggap urin sebagai zat yang "kotor". Hal ini berkaitan dengan kemungkinan urin tersebut berasal dari ginjal atau saluran kencing yang terinfeksi, sehingga urinnya pun akan mengandung bakteri. Namun jika urin berasal dari ginjal dan saluran kencing yang sehat, secara medis urin sebenarnya cukup steril dan hampir bau yang dihasilkan berasal dari urea. Sehingga bisa diakatakan bahwa urin itu merupakan zat yang steril
Urin dapat menjadi penunjuk dehidrasi. Orang yang tidak menderita dehidrasi akan mengeluarkan urin yang bening seperti air. Penderita dehidrasi akan mengeluarkan urin berwarna kuning pekat atau cokelat.
Terapi urin Amaroli adalah salah satu usaha pengobatan tradisional India, Ayurveda.
Secara umum urin berwarna kuning. Urin encer warna kuning pucat (kuning jernih), urin kental berwarna kuning pekat, dan urin baru / segar berwarna kuning jernih. Urin yang didiamkan agak lama akan berwarna kuning keruh. Urin berbau khas jika dibiarkan agak lama berbau ammonia. Ph urin berkisar antara 4,8 – 7,5 urin akan menjadi lebih asam jika mengkonsumsi banyak protein,dan urin akan menjadi lebih basa jika mengkonsumsi banyak sayuran. Berat jenis urin 1,002 – 1,035.
Perubahan warna
a. Hijau : kadar glukosa 1 %
b. Merah : kadar glukosa 1,5 %
c. Orange : kadar glukosa 2 %
d. Kuning : kadar glukosa 5 %
Volume urin normal per hari adalah 900 – 1200 ml, volume tersebut dipengaruhi banyak faktor diantaranya suhu, zat-zat diuretika (teh, alcohol, dan kopi), jumlah air minum, hormon ADH, dan emosi.
Interpretasi warna urin dapat menggambarkan kondisi kesehatan organ dalam seseorang.
a.       Keruh.Kekeruhan pada urin disebabkan adanya partikel padat pada urin seperti bakteri, sel epithel, lemak, atau Kristal-kristal mineral.
b.      Pink, merah muda dan merah. Warna urin seperti ini biasanya disebabkan oleh efek samping obat-obatan dan makanan tertentu seperti bluberi dan gula-gula, warna ini juga bisa digunakan sebagai tanda adanya perdarahan di system urinaria, seperti kanker ginjal, batu ginjal, infeksi ginjal, atau pembengkakkan kelenjar prostat.
c.       Coklat muda seperti warna air teh, warna ini merupakan indicator adanya kerusakan atau gangguan hati seperti hepatitis atau serosis.
d.      Kuning gelap, Warna ini disebabkan banyak mengkonsumsi vitamin B kompleks yang banyak terdapat dalam minuman berenergi
B.     Tanggal Percobaan
Rabu, 7 Desember 2011

C.     Tempat Percobaan
Laboratorium Kimia M.A.N. 4 Jakarta

D.    Alat
No.
Nama
Keterangan
1.
Tabung Reaksi

2.
Penjepit

3.
Spirtus

4.
Korek

5.
Pipet




E.     Bahan
No.
Nama
Keterangan
1.
Urine

2.
Larutan FA

3.
Larutan FB


F.      Langkah Kerja
1.      Sediakan alat dan bahan yang dibutuhkan
2.      Ambil urine dari beberapa siswa
3.      Masukan urin ke dalam tabung reaksi setinggi 1cm
4.      Tambahkan urine dengan larutan FA dan FB setinggi masing-masing 1 cm
5.      Panaskan sampai mendidih
6.      Amati perubahan warna pada urine
7.      Tulis hasil pengamatan pada lembar kerja

G.      Hasil Pengamatan
Tabung
Warna Hasil Percobaan
1
Hijau Lumut
2
Hijau Lumut


H.      Analisa dan Pembahasan
Berdasarkan hasil percobaan pengujian urine diatas dapat kita amati percobaan pada tabung pertama warna akhir urine yang dicampurkan dengan larutan FA dan FB lalu dipanaskan hingga mendidih berwarna Hijau lumut yang berartu kadar glukosa dalam urine tersebut ± 1%.
Sedangkan percobaan pada tabung kedua warna urine hasil percampuran dengan larutan FA dab FB lalu dipanaskan sampai mendidih menghasilkan warna hijau lumut juga.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan data yang kita dapat dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa kedua urine tersebut mengandung glokosa dengan kadar 1%. 

Tidak ada komentar: