Assalamualaikum wr.wb...
Hallo teman-teman apa kabar...?
Kali ini saya akan nge-shared tugas bahasa indonesia saya, tugas ini saya buat bersama teman-teman saya untuk melengkapi tugas bahasa indonesia kami.
ya... mungkin cerita drama dari tugas bahasa indonesia kami ini tidak terlalu bagus, temanya tetang "penyelamatan hutan".
Berikut Teks dramanya....
semoga bermanfaat ya :-)
MIMPI SANG PENEBANG
Pada suatu hari ada tiga pemuda yang berprofesi sebagai penebang kayu. Bertahun-tahun mereka menjalani pekerjaannya secara ilegal. Tidak pernah sedikit pun mereka memikirkan akibat pekerjaan ilegal yang mereka jalani. Hingga pada suatu hari...
Dimpras : Hei, kerjakan yang benar! (berbicara kepada ardhi)
Ardhi : Iya Pak...
(Melihat Ceer yang hanya melamun, Dimpras pun menghanpiri)
Dimpras : Hei, kerja yang benar! Kalau tidak aku tidak akan memberi bagianmu.
Ceer : Iya-iya, aku akan melakukan tugas ku.
Dimpras : Apa yang kamu lakukan? Dari tadi aku hanya melihatmu melamun disini...
Ceer : Lalu apa yang kamu lakukan? Aku juga tidak melihatmu berbicara dan terus mengaturku.
(Lalu Dimpras dan Ceer berkelahi)
Mereka berdua pun terus bertengkar. Lalu datanglah temannya yang lain. Melihat keduanya bertengkar ia pun melerainya.
Ardhi : Berhenti-berhenti!!! Apa yang kalian berdua lakukan? Jika kalian terus bertengkar, kita tidak akan menyelesaikan pekerjaan ini dengan cepat.
Ceer :Haaah! Aku lelah dengan semua ini.(lalu pergi ke gubuk, tempat beristirahat)
Dimpras : Aku juga lelah. Aku akan ke dalam hutan dan mencari pohon lain.
Dengan kesal dan tidak peduli, mereka berdua pergi dengan arah yang berlawanan. Salah satu dari mereka pergi ke dalam hutan dan berhenti di sebuah pohon yang besar.
Dimpras : Hah! Dari pada memikirkannya yang selalu saja begitu, lebih baik aku beristirahat saja disini.
Karena begitu lelahnya, Dimpras pun tertidur dan akhirnya bermimpi.
(Dalam mimpinya)
Dimpras : Haaa... di mana aku ini(sambil melihat-lihat sekelilingnya dengan wajah yang heran).
Dimpras pun menemukan sebuah gubuk dan menghampirinya.
Dimpras : Permisi...
Ambo : Iya, ada apa Nak?
Dimpras : Tempat apa ini? Kenapa di sini begitu gersang? Tidak ada pohon sama sekali.
Ambo : Silahkan masuk, saya akan ceritakan di dalam.
(Dimpras pun masuk ke dalam rumah)
Ambo : Begini Nak. Dulunya banyak pepohonan di sini. Sampai suatu hari, sekelompok orang datang kesini dan merusak lingkungan ini.
Rara : Dulu, mereka tidak memikirkan akibat yang ditimbulkannya. Mencaari bahan makanan saja sekarang sudah susah, untuk mendapatkan air pun kami harus jalan puluhan km. Padahal dulunya tidak seperti ini.
Dimpras : Kenapa kalian masih tinggal di sini? Tempat ini sungguh tidak layak untuk ditinggali.
Ambo : Dulu, kami tinggal di dekat aliran sungai dibawah sana. Tapi karena longsor dan cuaca yang terus memburuk, sungai di sini menjadi kering, tidak ada air yang mengalir dan lingkungan menjadi sangat gersang. Makanya kami pindah ke tempat ini, walaupun sangat tidak layak untuk ditingali. Ini satu-satunya tempat yang kami punyai.
Fada : Tolong kami Om. Seandainya mereka tahu apa yang terjadi pada kami saat ini, aku yakin mereka tidak akan merusak lingkungan.
Dimpras pun langsung berpamita. Lalu ia merasa sangat bersalah mengingat pekerjaannya yang merusak lingkungan. Penebangan hutan secara ilegal ternyata dapat berakibat buruk bagi lingkungan dan orang lain. Tiba-tiba datanglah seorang wanita...
Icha : nah kamu sudah melihat kan, akibat dari perbuatanmu.
Dimpras : Siapa kau? (dengan wajah herannya)
Icah : Aku adalah peri dihutan ini. Sekarang kau sudah percaya dengan ini, kalau perbuatanmu membuat banyak orang menderita.
Dimpras : Tapi, bukan aku saja yang menyebabkan ini semua.
Icha : Tapi kamulah otak dari semua ini.
Dimpras : Tidak! Bukan aku.
Icha : Kamu harus bertanggung jawab!!! Harus! Harus!
Dimpras : Tidak, tidak, aku tidak bersalah.
Kemuian Dimpras terbangun dan menyadari bahwa ia sedang bermimpi, tapi ia berfikir mungkin pimpinya itu benar. Kemuian ia menceritakan semua hal yang dialaminya dalam mimpinya kepada teman-temannya agar mereka pun sadar akan apa yang telah mereka kerjakan sangatlah merugikan orang lain.
Lalu ia pergi mencari kebenaran yang ia alami dalam mimpinya. Setelah beberapa lama berjalan menyusuri sungai, ia pun menemukan sebuah rumah dekat aliran sungai yang menurut mimpinya itu adalah sebuah rumah yang dihuni satu orang keluarga. Dan ia bertemu sekeluarga yang mirip dalam mimpinya...
Dimpras : Permisi Pak...
Ambo : Iya ada apa? Siapa Anda?
Dimpras : Bagini pak, dalam mimpi saya, saya bertemu dengan Bapak. Keadaan bapak sangatlah memprihatinkan. Lingkungan di sini sudah rusak, sekarang air sungaisudah tidak mengalir lagi, Bapak juga tinggal di tempat yang tidak layak karena rumah ini telah hancur karena longsor. Saya ke sini untuk mencari kebenaran atas mimpi yang saya alami. Ternyata itu benar, di tempat ini terdapat sebuah keluarga.
Setelah menceritakan mimpinya penjang lebar, dan ia telah percaya kepada mimpinya bahwasanya jika ia dan teman-temannya terus melakukan pekerjaannya, mereka akan membuat lingkungan di sini akan menjadi hancur serta banyak orang yang menderita. Setelah kejaian dalam mimpinya itu ia pun sadar dan menyesal. Akhirnya ia menjadi seorang pencinta alam yang sangat peduli kepada lingkungan, dan membuat sebuah organisasi yang bergerak dalam pelestarian lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar